Welcome
Welcome to Cross-written
Tampilkan postingan dengan label by Gladies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label by Gladies. Tampilkan semua postingan
Posted on 04.22

I-M-A-N

Filed Under () By intimate di 04.22

Markus 11:22 di alkitab-ku:

Yesus menjawab gladies: "Percayalah kepada Allah!"

Orang-orang datang dan senang bertanya,

"Bagaimanakah aku bisa memperoleh iman? Aku melihat orang-orang yang memiliki iman dengan mudahnya menggerakkan hati Tuhan... Mereka menemukan pertolongan tepat pada waktunya, mereka mengharapkan mukjizat dan memperolehnya,... sepertinya Tuhan selalu memberi mereka apa yang mereka minta...
Aku sudah berdoa, sudah melakukan semua yang aku tau harus ku lakukan...
Tapi aku tidak bisa percaya seperti mereka percaya..."

Aku diam.
Dan hanya menatap mereka...

Lalu jawabku,

"Aku tidak tau...

Tapi setiap kali aku mampu mempercayai seseorang, itu hanyalah karena sebuah alasan... Karena aku mengenal mereka.

Ku pikir,
Kita tidak bisa dekat dengan seseorang tanpa mempercayainya,
dan kita tidak bisa mempercayai seseorang tanpa terlebih dahulu dekat dengannya.

Mungkin Tuhan tidak berbeda jauh..."

Posted on 14.13

DI BUKIT GOLGOTA

Filed Under () By intimate di 14.13

Lukas 23: 44-46.

Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku.”
Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawanya.

Hari ini, ribuan tahun sesudah Dia mati, aku berada di atas bukit yang sama… di mana Allah-ku pernah ada.

Dan…
Di hadapan-ku masih ada salib yang sama.

Salib di mana Yesus pernah tergantung…
Juga Petrus…
Juga Yohanes…
Juga Paulus…
Juga banyak orang yang tidak ku kenal, dari generasi-generasi sebelum aku ada.

Dan hari ini aku mendengar Tuhan berkata,
“Gladies, sekarang giliran-mu…”

Aku menangis.

Aku berjalan perlahan mendekati salib itu…
Dan bau kematian tercium begitu kuat…
Airmata-ku tak bisa berhenti.

Di saat-saat seperti ini aku baru mengetahui betapa aku sangat mengasihi diri-ku…
Dan bau kematian ini benar-benar menggelisahkanku.

Aku memandang ke arah Tuhan dan bertanya, “Haruskah gladies melakukannya?”

Aku masih menangis.

Dan aku menangis lebih keras lagi saat paku-paku itu melukai kesombonganku…
Aku masih menangis saat paku-paku itu menembus dagingku, menembus harga diriku, menembus reputasiku, menembus keinginan-keinginanku, menembus segalanya dalam hidupku…

Aku berteriak,
“Tuhan… Mengapa Kau meninggalkan aku? Tidakkah Kau mengetahui betapa sakitnya berada di sini?”
“Tidakkah Kau melihat luka-luka ini dan tidakkah Kau merasa kasihan?”

Jam 2 lewat 45 menit.

Aku hampir berseru…
Tuhan, aku ingin turun dari salib ini…
Aku tidak ingin mati…
Kau tau aku mencintai-Mu…
Namun aku sama sekali tidak ingin mati!



Ku lihat Tuhan memandangku lalu ku dengar Dia berkata,
“Lima belas menit lagi, gladies… lima belas menit lagi… dan sesudah kau mati,… tak akan ada satupun di dunia ini yang bisa mempengaruhi-mu, SELAIN AKU.”