Yoh 4:23 - Yet a time is coming and has now come when the true worshipers will worship the Father in spirit and truth, for they are the kind of worshipers the Father seeks.
Minggu lalu pastor di gerejaku share firman tentang worship. Aku mikirnya, kedengerannya topik yang biasa2 aja dan paling isinya itu2 aja, tentang worship itu lebih dari sekedar musik gitu2 deh. Hahaha.. *dasar anak sok tau* Tapi ternyata aku diberkati banget ama sharingnya. And I am reminded that sometimes I do take "worship" for granted :p
Menjadi pelayan Tuhan dalam bidang musik, worship itu kayanya bukan hal baru for me. Tapi justru karena bukan hal baru, makanya kadang suka lupa apa arti worship yang sebenarnya. Seringkali aku malah lebih fokus ke chord2 yg dimainkan biar bagus, tp lupa ga fokuskan hati ke Tuhan (which is actually the more important aspect in worship).
Sooo... hari ini mo share sedikit apa yang aku dapet about worship. Hehe... Kita mulai dari awal, cari di mana sih kata worship itu muncul pertama kali di alkitab. Ada yang tau??? (jgn nyontek jawaban di bawah ya... Hahahah...)
Ternyata teman2, worship itu muncul pertama kali di bible waktu Abraham hendak mempersembahkan anaknya kepada Tuhan! Mari kita baca....
Kej 22:3-5 Early the next morning Abraham got up and saddled his donkey. He took with him two of his servants and his son Isaac. When he had cut enough wood for the burnt offering, he set out for the place God had told him about. On the third day Abraham looked up and saw the place in the distance. He said to his servants, "Stay here with the donkey while I and the boy go over there. We will worship and then we will come back to you."
Aku yakin semua dah tau cerita tentang Abraham. Seseorang yang setia menunggu janji Tuhan 25 tahun untuk dapetin seorang anak, tapi kemudian Tuhan minta anak ini dipersembahkan. Trus gimana Abraham itu taat, Tuhan melihat kesetiaannya, dan akhirnya anak itu ga jadi dikorbankan. Beautiful story.... untung aku bukan Abraham, bisa ga jadi beautiful story lagi... ga mau korbanin anak... hahahahhaa...
Aduh kok jadi ngelantur... hahahahhaa... ok, kembali ke lappp-toppp... So! Apa yang kita bisa belajar tentang worship dr cerita ini?
....... *Kasih 5 menit untuk mikir*....... (jgn nyontek!!!)
Ga tau kalian berhasil come up with what answer... hahah.. tp yg aku dapet yaa:
1. Worship = giving your best
Spt Abraham yang rela beri yang terbaik dalam hidupnya (anak satu2nya lho!!) buat Tuhan, itulah worship yang Tuhan cari dari kita. Kerelaan kita untuk beri yang terbaik dalam hidup kita. Kadang kita ga sadar, kita pikir udah melayani di rumah Tuhan artinya sudah memberi yang terbaik. Tapi coba kita refleksi diri masing2, apa bener kita udah beri yang terbaik?
Waktu mo kasih uang persembahan, ambil lembaran duit yang gede ato kecil? Jam doa ama Tuhan, apa kita kasih waktu kita yg terbaik (waktu kita lagi fresh), ato cuma 5 menit sebelum tidur? Apa kita datang ke Tuhan setiap waktu, ato cuman kalo lagi ada masalah? etc etc.
Aku ga tau jawaban kalian, tapi yang jelas... aku sendiripun sadar kalo aku juga blum kasih yang terbaik buat Tuhan. Tapiiii... kan hari ini dah diingetin, so yuk kita sama2 berusaha untuk kasih yg terbaik! :) Ingat kalo Tuhan udah beri yang terbaik buat kita (anak satu2nya lho!!!) Huehuehuhe...
Lanjut.... next point...... Seringkali kita mikir worship itu berhubungan ama musik, ato saat2 kita menyembah Tuhan gitu lah. Tapi ternyata definisi worship lebih dari itu!
2. Worship = obedience
Abraham taat waktu Tuhan minta anaknya. Sebenernya yang Tuhan perduli itu bukan persembahannya, tapi kesetiaan dan ketaatan Abraham! Contoh lain yang menunjukkan kalo Tuhan itu lebih disenangkan dgn ketaatan drpd persembahan: Saul yang ga taat, dikira Tuhan senang dgn persembahannya (1 Sam 13)
Soo... sebenernya worship itu bukan cuman buat para pelayan musik. Worship itu related ke setiap dari kita... bagaimana kita menjalani hidup kita sehari2...
Apa kita mo taat perintah Tuhan, ato mo jalan sendiri? Apa kita tunduk kepada boss di kantor krn bible berkata untuk tunduk kepada majikan kita (Ef 6:5-8)? Apa kita suka curi2 waktu browsing internet di kantor, padahal alkitab berkata apapun yang kita perbuat, perbuatlah spt untuk tuhan (Kol 3:23)? Only you know the answer.... hehehe...
And I'd like to sum up with this.... Being a true worshipper means our lifestyle reflects worship anytime, anywhere. Bukan cuma action yg kita perbuat di hari minggu waktu kebaktian ato waktu saat teduh di rumah, tapi kita bisa worship Tuhan setiap saat dan di mana saja dengan tingkah laku kita (or bisa juga merendahkan Tuhan for that matter... :p).
Well, I hope we all learn something today. Mari jadi pelaku firman dan bukan pendengar saja supaya kita bisa lebih lagi worship Tuhan melalui hidup kita!
Have a blessed week!
I don't have a green thumb. A black thumb maybe, but definitely not green, not even yellow. Hahaha.... Alasannya? Sudah banyak tanaman yang menjadi 'korban', mati pas aku pelihara. Ada yg udah ditanamin ama temen selama 3 bulan, buat hadiah ultahku sampe berbunga gitu, trus aku pelihara, sebulan kemudian koit kelupaan disiram. Ada yang salah tanem terlalu dalem, mestinya 1/8 inch kukira 8 inch -_-" Jelas ga tumbuh bijinya, terkubur! Dan macem2 lagi cerita 'pembantaian' tanaman di tanganku.
Meski begitu, aku masi aja ga kapok2 untuk pelihara tanaman. Biasanya, beberapa bulan abis 'membunuh' tanamanku, akan muncul lagi keinginan untuk nanam something else, walaupun udah berkali2 janji wes ga mau tanam lagiii...So anyway, kira-kira 3 bulan yang lalu, muncullah kembali desire-ku untuk bercocok tanam lagi. Being the impulsive person I am, akhirnya beli satu pot kecil tanaman (liat photo di samping, ga tau namanya ampe sekarang, rada dodol jg sih...) which looks to be an easy-maintenance-plant. Tp berhubung saya suka 'sibuk' (baca: lupa), tanamanku cuma minum kira2 seminggu sekali-dua kali gitu. Akhirnya daun2nya mulai rontok satu persatu sampe tinggal 2 batang doang yg tersisa berdiri di pot itu, completely daun-less!
Temen di kantor bilang katanya serbuk teh itu bisa buat pupuk. So, aku ambil 1 tea-bag dr kantor, aku tuang isinya ke pot ini, berharap bakal membantu untuk tumbuh kembali. Besoknya aku liat... ehh dahannya malah makin loyo... dan beberapa hari kemudian jadi kering dan layu!! Hopeless dah, aku dah lost interest, kayaknya gagal lagi ini. Tinggal tunggu masa2 pembuangan aja. Aku taroh di balcony, trus kelupaan for 1-2 weeks. Aku ga siramin or do anything.
Trus last week I went on holiday to HK. Again, liat tanaman2 cute, pingin pelihara lagi. (Sadis ya diriku?). Akhirnya beli pot mini tanem lavender dr biji gitu. Aku dah mikir, ini tar kalo sukses, kalo sampe gede, aku pindahin ke pot taneman yg mati itu aja. Lumayan ga perlu beli pot baru.
Waktu aku pulang dr liburan, dan mo tanemin itu lavender, I saw my old plant pot.
Lo and behold! There were four tiny leaves coming from the ground!!! WOW! Asli ga nyangka. Ternyata masi ada kehidupan!! I did not completely kill it! Hahaha... Setelah kupikir2, mungkin tanamannya itu mati gara2 aku mostly taroh di kamar, dan ga kena matahari. Kadang2 aja aku keluarin, but maybe it wasn't enough. Trus sering lupa mengairi, sedangkan beberapa hari yg lalu hujan2 melulu, jadi di balcony itu dia juga diairi. Hasilnya, tanaman itu hidup dan tumbuh. Amazing what the sun and rain can do! Better than what I can do, apparently.... -_-
As I ponder on this, jadi mikir kalo manusia itu mirip ama tanaman ya? Seperti tanaman yang butuh matahari dan air untuk hidup dan tumbuh, kita butuh Tuhan dan firmanNya untuk hidup dan tumbuh. Aku jadi inget di Yoh 15, Yesus bilang, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. "
Seringkali orang Kristen (termasuk aku sendiri) melakukan segala sesuatu pake kekuatan sendiri. Pelayanan lah, kerjaan lah, masalah lah, terlalu sering kita berusaha selesaiin pake pemikiran kita, padahal Yesus itulah pokok anggur dan kita cuma ranting. Ranting mana bisa berbuah sendiri tanpa batang? Kalo ranting dipotong lepas dari batangnya, tewas dah. Supaya kita bisa berbuah, kita harus jadikan Yesus prioritas dalam hidup kita. Masalah, pekerjaan, pelayanan, semuanya akan beres kalo kita bergantung ama Yesus. Jadikan Dia pokok anggur yg kita harus nempel terus. Jadikan Dia matahari bagi kita yg akan membuat kita tumbuh! Make Jesus the center of your life!
Dan seperti tanaman butuh nutrisi melalui air dan tanah, manusia roh kita juga butuh nutrisi melalui firman Tuhan. Ini pasti semua org Kristen dah sering dengar, terlalu sering malah... tapi memang kebenarannya itu firman Tuhan amat sangatlah penting banget sekali buat pertumbuhan rohani kita. I cannot put enough emphasis on this. Tanpa air tanaman ga akan tumbuh besar; tanpa firman, kita ga akan mature in God. Read, meditate, and apply the Word diligently!
Satu lagi yang aku belajar... Jangan menyerah! Kalau kamu jatuh dalam pencobaan, ato gagal dalam suatu hal dan ngerasa kayanya udah ga mungkin lagi tumbuh, bertahanlah! Jangan menyerah dan putus asa. Mat 12:20 berkata, "Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya." Seberapa besarnyapun kegagalan kita, gak ada yg terlalu susah untuk dipulihkan Tuhan.
Waktu aku udah ga punya harapan ama tanamanku itu, aku ga bisa ngeliat kalo sebenernya di bawah tanah itu masih ada kehidupan, kalo akar2nya masih hidup dan akan bertumbuh menghasilkan tunas baru. Sama waktu kita udah nggak bisa melihat masa depan, semua tampak suram, kita sebenernya lagi ga ngeliat aja kalo Tuhan tuh bekerja behind the scene dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rom 8:28). At the end of the day, ikut Tuhan akan selalu berakhir Happy Ending. Meski prosesnya kadang2 susah dan melelahkan, tp ending hidup kita akan selalu glorious. Itu harapan yg selalu aku pegang. So, don't give up! Persevere always because He never leave you nor forsake you!
It is never too late for God to restore your life :)
Capek. Itu perasaanku hari ini, setelah kemaren berjerih payah melayani buat Tuhan. Udah sebulan ini aku sibuk mengurus ini itu, kurang tidur dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga, untuk sebuah evanglistic event demi menjangkau jiwa2 yang belum kenal Tuhan.
Para panitia dan leaders punya mimpi besar buat event ini. Kita pengen melihat banyak jiwa hadir dan diselamatkan. Kita curahkan banyak tenaga, waktu, dana, dan airmata. Doa keliling berminggu2 di bawah teriknya matahari, bagi2 flyer dari siang sampe sore, puasa, doa untuk jiwa2, latihan drama, latihan musik, meetings, meetings, and more meetings.
Sampe akhirnya kemaren hari H tiba...
Dari 600 orang target jiwa hadir, ternyata yang datang cuma 200an.
Kecewa?
Jujur saja, aku ngerasa sedikit rasa kecewa itu ada. Semua yang udah dipersiapkan, mengharapkan paling tidak 100 jiwa diselamatkan, dan ternyata cuma 25 jiwa yg menyerahkan hidup mereka ke tangan Tuhan. Serasa ngga imbang, apa yang udah kita keluarkan berbulan2 untuk ini, ternyata tuaian yang kita dapat cuma seginikah?
Ada sedikit rasa kosong dalam hatiku. Capek dan a bit of loss of direction. Nggak tau harus ngapain lagi. Gimana caranya memenangkan jiwa kalo effort yang segini gede aja ga bisa membawa hasil yang diharapkan?
Yah aku tahu Tuhan itu Bapa yang baik. Dan sebenernya seminggu sebelum hari H ini, aku udah diingetin untuk nggak berfokus pada jumlah, karena meski cuma 1 jiwa diselamatkan, surga bersorak sorai. Meski cuma 1 orang terima Tuhan, it is worth the effort. Kan aku semestinya ngelakuin ini untuk Tuhan, dan bukan untuk jumlah ato memperbanyak jemaat. Then again, it's always easier said than done. Yes I understand the teaching, but to receive them 100% is not that easy. Bisa dibayangkan toh kalo seandainya bener2 cuma 1 orang yg terima Yesus, betapa bakal kecewanya kita...
Well semua udah lewat dan terjadi. At the end of the day, the choice is mine: aku mau kecewa dan menyerah, ataukah aku mau belajar dari semua ini dan maju?
I think the right choice is clear. Kalo ampe salah milih, kudu balik ke SD ambil kelas PMP lagi. Hahaha...
Inget2 pelajaran jaman itu: Kalo nemu duit di jalan, apa yg dilakukan?
a. Ambil & kantongin
b. Cari pemiliknya
c. Belanjakan
d. Cuekin (pilihan mbo maksud)
LOL. Ok, enough intermezzo... Sooo kesimpulannya, aku mo tetep ikut Yesus no matter what. Aku mau terus belajar dan pingin naik kelas dalam sekolah kehidupan ini... hehehe...
1. Taat dan setia
Aku memutuskan untuk percaya padaNya. Apapun yang Bapaku mo lakukan, meski cuma 200 orang Dia kirim ke acara kemarin, aku percaya itu yang terbaik. Mungkin Dia tahu kita nggak punya cukup resources untuk menangani jiwa2, karena cuma ada 13 leaders di gereja kita? Mungkin ini belum waktu yang tepat? Mungkin ini ujian untuk kesetiaan kita? Mungkin keselamatan akan datang kemudian? Apapun itu, jalan Tuhan bukan jalanku. Pemikiran Tuhan bukan pemikiranku. Dia tahu yang terbaik, dan saat ini aku mau belajar untuk jadi taat dan setia aja.
Jadi terngiang2 lagu ini...
Tlah kulihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis di hidupku
Kuberjuang, sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia...
Ikut Yesus bukan hal yang mudah. Things will not always go as planned. Tapi aku pegang janji Tuhan bahwa segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yang terpanggil menurut rencanaNya (Rm 8:28). Kumau tetap taat dan setia.
2. Menjadi domba
Aku belajar bahwa untuk aku bisa jadi gembala bagi domba2ku, sebelumnya aku harus biarkan Tuhan jadi gembalaku, dan aku jadi dombaNya. Aku ga bisa terus memberi, tanpa aku diberi. Aku ga akan kuat mengasihi, kalau aku nggak merasa dikasihi. Aku sadar akhir2 ini terlalu sibuk berusaha menjadi gembala bagi orang lain, tp aku ngga biarkan Bapa jadi gembalaku. Aku ngelakuin ini itu dengan kekuatan sendiri tanpa membiarkan Dia me-recharge semua energi yang kukeluarkan. That's why I'm so tired and exhausted. Ngerasa semuanya kok sia2 dan melelahkan. So sekarang ini aku mau jadi seperti Maria dan melepaskan tugasku sebagai Martha. Aku mau duduk diam dan menjadi domba, menikmati fellowship with the shepherd :)
Mazmur 23 - Mazmur Daud.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Kesimpulannya:
Anda capek? letih? lesu? Jangan lari ke M-150 ato Krating Daeng :p Tetap taat dan setia akan segala yang Dia percayakan padamu, mau itu besar ato kecil kek, doesn't matter. Dan biarkan Tuhan jadi gembalamu, karena Dia akan membaringkanmu di padang yg hijau dan renew your strength :)
Kenapa sih kita butuh brothers and sisters in Christ? Bukankah sebenernya yang penting itu hubungan dengan Tuhan? Bisa nggak sih kita survive cuma dengan hubungan dgn Tuhan tanpa hubungan dgn sesama believers?
Well let me share you the lesson I learned... Udah lama aku menyimpan satu beban dalam hati. Aku pikir aku cukup serahkan beban itu ke Tuhan aja, and it should be enough. Tapi ternyata selama ini, meski kupikir aku udah lepasin beban itu, ternyata deep down in my heart, it is still there. And from time to time, iblis pake beban itu untuk accuse and condemn me. Berkali2 aku minta pengampunan ama Tuhan... Meski tau bahwa darah Yesus udah menghapuskan segala dosa, tapi somehow that burden still lingers in my heart and I was never really set free.
Tapi Tuhan itu baik and His love endureth forever. He gave me a chance to finally share my problem with a sister in Christ. Meski aku ragu2 pertamanya, tp aku ngerasa sudah saatnya aku beresin beban ini. I told her all my burdens, and we prayed together about it, releasing forgiveness and blessings. After the prayer, you can't imagine how much difference it made me feel. Meski cuma share dengan satu orang, tapi aku baru bener2 ngerasa beban itu terlepas. Aku ngerasa aku udah declare ke iblis, "Nih, aku ga takut! Ga ada yg kusembunyikan! Aku dah lepasin bebanku! Dan kau, iblis ga ada hak lagi untuk condemn me!!!" Truly now I walk in so much freedom and liberation!
Dari sini aku belajar kalo sharing dengan sodara seiman itu bisa bantu kita untuk let go of things. So kalo kalian ada pergumulan yg sepertinya susah sekali untuk keluar, dan kayanya kalian ngerasa ga berdaya, berjuang melawan something yg sepertinya ga selesai2, I suggest you to find a trustworthy brother/sister in Christ and share your problems. Seperti yg ditulis di Yakobus 5:16 "Therefore confess your sins to each other and pray for each other so that you may be healed. The prayer of a righteous man is powerful and effective." I find it true! By confessing everything, I was healed and I was set free! "Then you will know the truth, and the truth will set you free." (John 8:32)
Dan bukan kebetulan Paskah udah dekat ni... As Jesus raised from the dead, defeated satan, and set us free from the punishment, make the choice to be set free! Jesus has come that we may have life, and have it abundantly! (John 10:10). There is no more condemnation in Christ Jesus (Rom 8:1) Jadi jangan takut2 untuk share your problems ya! Jangan mau diikat oleh iblis dan dicondemn terus2an. BE FREE TODAY! ^^
PS: Read Ephesian 1 for reference :)
