Welcome
Welcome to Cross-written
Posted on 10.20

Genuine

Filed Under () By Jed Revolutia di 10.20


Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Yohanes 1:47

Saya masih ingat doa saya beberapa tahun lalu, "Tuhan, aku mau menjadi otentik"

Sejak saat itu saya selalu mencaritahu apa dan bagaimana kekristenan yang otentik karena suka atau tidak suka, kebanyakan orang menghidupi kekristenan yang superfisial dan tidak membumi.

Ada orang yang mengajarkan satu hal, namun orang yang sama juga melanggar apa yang dia khotbahkan. Ada yang terkesan sangat murni, tapi ujung-ujungnya terlihat juga kebusukannnya. Ada yang terlihat sangat suci dan selalu layak jadi panutan dan membuat semua orang lain merasa tertuduh, namun itu semua cuma olesan cat saja untuk menutupi kayu yang sudah busuk sejak lama.

Dimanakah bisa kutemukan otentitas itu?

Apakah menjadi Kristen sama dengan menjadi seorang malaikat tanpa dosa?
Apakah menjadi Kristen sama dengan menjadi seorang yang selalu di puncak gunung tanpa pernah turun gunung?
Apakah menjadi Kristen sama dengan menjadi seorang yang tinggal di taman Eden?

Dimanakah bisa kutemukan kekristenan yang jujur dan bertanggungjawab? Yang tidak takut untuk dinilai dan dihakimi oleh manusia karena tahu bahwa dirinya adalah kesayangan dan kebanggaan Abba, tidak peduli apa kata dunia ini dan apa kata semua 'anak sulung' di dunia ini.

St. Paul berkata: "Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi" (1 Kor 4:3)

Ketika Tuhan memilih seseorang untuk membawa namanya, Dia membuat sebuah pemilihan yang aneh. Tuhan tidak memilih Ayub yang hidup saleh dan tanpa cela. Tuhan tidak memilih Henokh yang hidup bergaul dengan Allah hinga dia diangkat ke surga. Tuhan malah memilih seseorang bernama Yakub, yang namanya sendiri berarti 'penipu' dan 'pemegang tumit'.

Hidup Yakub sendiri menunjukkan apa itu artinya menjadi seorang penipu sejati karena dia menipu kakaknya sendiri, Esau, dan mencuri hak kesulungan dan berkat patriakhal yang seharusnya menjadi miliknya. Yakub kemudian menipu ayahnya sendiri dengan membuat ayahnya terpaksa melepaskan berkat kepadanya. Yakub kemudian menipu dan ditipu oleh pamannya sendiri, Laban.

Hidup Yakub penuh dengan daftar dosa dan kecacatan namun Allah Maha Tinggi memutuskan untuk mengangkat Yakub menjadi 'The Prince of God' dengan memberinya nama baru yakni 'Israel' (Kej 32:28)

Apa alasan pemilihan Allah yang aneh ini? Yakub tahu akan hal-hal yang berkualitas dan dia tidak segan-segan melalukan segala cara untuk mengejarnya. Dia adalah orang yang berjuang untuk hak kesulungan, berkat patriakhal, istri-istri yang bukan orang kanaan, dan harta kekayaan. Bukan hanya itu saja, ketika Yakub bergulat dengan theofani (perwujudan Yesus di dalam Perjanjian Lama), dia tidak mau melepaskan Allah pergi sebelum melepaskan berkat kepadanya.

Yakub mungkin penuh dengan daftar kepalsuan, namun dia seseorang yang mengejar kerajaan Allah. Lukas 16:16 menyebutkan banyak orang akan merebut kerajaan Allah dengan cara paksa. Tuhan menghargai mereka yang aktif mengejar dan berusaha memperoleh kerajaan itu.

Ketika Yesus bertemu kita, apakah yang Ia katakan pada kita? Akankah Dia memanggil kita seperti Dia memanggil Natanael, seorang Israel sejati dimana tidak ada kepalsuan di dalamnya?

2 komentar

Anonim on 26 September 2007 pukul 14.13  

thx ya jed
mengena banget
kapan ke sporenya?
GBU
-meechan-


intimate on 1 Oktober 2007 pukul 04.21  

haiks... ingat kk gw yang namanya nathanael...