Welcome
Welcome to Cross-written
Posted on 12.45

celebrating disappointment

Filed Under () By olivia di 12.45

Saya sedang kecewa.. karena saya baru saja gagal mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. Setelah berhasil melewati technical test dan interview pertama, saya gagal di interview kedua. Saya merasa saya sering gagal. Hingga saya berpikir mungkin gagal adalah nama tengah saya..

Saya berpuasa, tapi tetap gagal.
Saya berdoa, tapi tetap gagal.
Saya berharap, tapi tetap gagal.
Kenapa Tuhan tidak menolong saya sekali ini saja?
Bukankah Dia adalah Allah yang tidak pernah gagal?

Saya tau, yang terlihat baik belum tentu baik, yang terlihat buruk belum tentu buruk, dan betapa jauhnya rancangan Tuhan dari rancangan saya. Mungkin saja Tuhan menyediakan hal yang lebih baik daripada pekerjaan yang saya inginkan ini, tapi yang saat ini saya lihat di depan mata saya adalah.. saya telah gagal. Gagal dan gagal. Dan saya yakin tidak ada seorang normal pun yang berpikir kegagalan adalah hal yang baik..

Tapi saya tidak ingin menulis sesuatu yang buruk. Saya ingin menulis sesuatu yang baik. Saya ingin menulis sesuatu tentang iman. Iman yang dapat menjembatani keinginan dalam hati dan kenyataan yang akhirnya menghancurkan. Satu-satunya hal yang buat saya mampu menerbitkan harapan.

Tulisan di bawah ini, yang akan saya ambil dari renungan harian yang saya baca, Our Daily Bread, mungkin adalah salah satu hal yang baik yang bisa saya tulis. Karena artikel berikut, adalah artikel yang saya baca tepat di hari ketika saya harus menjalani technical test dan interview pertama. Hari itu, saya membenci artikel ini, karena temanya tepat sekali dengan situasi saya, namun dengan akhir yang tidak saya inginkan. Berakhir gagal. Hari ini, dalam penggalian menemukan hal yang baik dari situasi saya yang buruk, saya melihat artikel ini sebagai sesuatu yang baik, karena artikel ini seolah-olah sudah dipersiapkan Tuhan untuk mengingatkan saya agar tetap bersyukur walaupun saya mengalami kegagalan.

Celebrating Disappointment

You have turned for me my mourning into dancing ~ Psalm 30:11

After receiving his second Academy Award, Denzel Washington said to his family, "I told you, if I lost tonight, I'd come home and we'd celebrate. And if I won tonight, I'd come home and we'd celebrate." Denzel, a Christian, was trusting God, whether in blessing or in dissapointment.

A Christian couple I know were inspired to follow Denzel's example. The woman was applying for a dream job that has just opened up where she worked. The interview went well, but she knew she might not get the position. Her husband suggested, "Let's make reservations at our favorite restaurant this Friday to celebrate - no matter what the outcome."

Soon the news came that someone else was offered the job. But that Friday the dissapointed couple still celebrated. While eating a delicious meal, they were able to count their blessings and renew their faith in the God who holds tomorrow's opportunities in His hand.

When the psalmist counted his blessings, he was lifted out of his despair and praised God, saying, "You have turned for me my mouning into dancing" (Ps. 30:11).

Are you facing a situation in which you could be disappointed? Why not set up a celebration to count your blessings no matter what the outcome? - Dennis Fischer

Thank God in your disappointment,
Celebrate His grace and love;
Know that He will never leave you
And will bless you from above. - D. De Haan

The pain of disappointment is soothed by a heart of gratitude

Yah, setidaknya saat ini saya bersyukur karena saya diingatkan untuk bersyukur. Hmm.. bersyukur karena diingatkan untuk bersyukur.. hehe, statement rekursif :P

Posted on 09.30

Di saat aku lelah

Filed Under () By dung2x di 09.30

Capek. Itu perasaanku hari ini, setelah kemaren berjerih payah melayani buat Tuhan. Udah sebulan ini aku sibuk mengurus ini itu, kurang tidur dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga, untuk sebuah evanglistic event demi menjangkau jiwa2 yang belum kenal Tuhan.

Para panitia dan leaders punya mimpi besar buat event ini. Kita pengen melihat banyak jiwa hadir dan diselamatkan. Kita curahkan banyak tenaga, waktu, dana, dan airmata. Doa keliling berminggu2 di bawah teriknya matahari, bagi2 flyer dari siang sampe sore, puasa, doa untuk jiwa2, latihan drama, latihan musik, meetings, meetings, and more meetings.

Sampe akhirnya kemaren hari H tiba...

Dari 600 orang target jiwa hadir, ternyata yang datang cuma 200an.

Kecewa?

Jujur saja, aku ngerasa sedikit rasa kecewa itu ada. Semua yang udah dipersiapkan, mengharapkan paling tidak 100 jiwa diselamatkan, dan ternyata cuma 25 jiwa yg menyerahkan hidup mereka ke tangan Tuhan. Serasa ngga imbang, apa yang udah kita keluarkan berbulan2 untuk ini, ternyata tuaian yang kita dapat cuma seginikah?

Ada sedikit rasa kosong dalam hatiku. Capek dan a bit of loss of direction. Nggak tau harus ngapain lagi. Gimana caranya memenangkan jiwa kalo effort yang segini gede aja ga bisa membawa hasil yang diharapkan?

Yah aku tahu Tuhan itu Bapa yang baik. Dan sebenernya seminggu sebelum hari H ini, aku udah diingetin untuk nggak berfokus pada jumlah, karena meski cuma 1 jiwa diselamatkan, surga bersorak sorai. Meski cuma 1 orang terima Tuhan, it is worth the effort. Kan aku semestinya ngelakuin ini untuk Tuhan, dan bukan untuk jumlah ato memperbanyak jemaat. Then again, it's always easier said than done. Yes I understand the teaching, but to receive them 100% is not that easy. Bisa dibayangkan toh kalo seandainya bener2 cuma 1 orang yg terima Yesus, betapa bakal kecewanya kita...

Well semua udah lewat dan terjadi. At the end of the day, the choice is mine: aku mau kecewa dan menyerah, ataukah aku mau belajar dari semua ini dan maju?

I think the right choice is clear. Kalo ampe salah milih, kudu balik ke SD ambil kelas PMP lagi. Hahaha...
Inget2 pelajaran jaman itu: Kalo nemu duit di jalan, apa yg dilakukan?
a. Ambil & kantongin
b. Cari pemiliknya
c. Belanjakan
d. Cuekin (pilihan mbo maksud)

LOL. Ok, enough intermezzo... Sooo kesimpulannya, aku mo tetep ikut Yesus no matter what. Aku mau terus belajar dan pingin naik kelas dalam sekolah kehidupan ini... hehehe...

1. Taat dan setia

Aku memutuskan untuk percaya padaNya. Apapun yang Bapaku mo lakukan, meski cuma 200 orang Dia kirim ke acara kemarin, aku percaya itu yang terbaik. Mungkin Dia tahu kita nggak punya cukup resources untuk menangani jiwa2, karena cuma ada 13 leaders di gereja kita? Mungkin ini belum waktu yang tepat? Mungkin ini ujian untuk kesetiaan kita? Mungkin keselamatan akan datang kemudian? Apapun itu, jalan Tuhan bukan jalanku. Pemikiran Tuhan bukan pemikiranku. Dia tahu yang terbaik, dan saat ini aku mau belajar untuk jadi taat dan setia aja.

Jadi terngiang2 lagu ini...

Tlah kulihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis di hidupku
Kuberjuang, sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia...


Ikut Yesus bukan hal yang mudah. Things will not always go as planned. Tapi aku pegang janji Tuhan bahwa segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yang terpanggil menurut rencanaNya (Rm 8:28). Kumau tetap taat dan setia.

2. Menjadi domba

Aku belajar bahwa untuk aku bisa jadi gembala bagi domba2ku, sebelumnya aku harus biarkan Tuhan jadi gembalaku, dan aku jadi dombaNya. Aku ga bisa terus memberi, tanpa aku diberi. Aku ga akan kuat mengasihi, kalau aku nggak merasa dikasihi. Aku sadar akhir2 ini terlalu sibuk berusaha menjadi gembala bagi orang lain, tp aku ngga biarkan Bapa jadi gembalaku. Aku ngelakuin ini itu dengan kekuatan sendiri tanpa membiarkan Dia me-recharge semua energi yang kukeluarkan. That's why I'm so tired and exhausted. Ngerasa semuanya kok sia2 dan melelahkan. So sekarang ini aku mau jadi seperti Maria dan melepaskan tugasku sebagai Martha. Aku mau duduk diam dan menjadi domba, menikmati fellowship with the shepherd :)

Mazmur 23 - Mazmur Daud.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Kesimpulannya:

Anda capek? letih? lesu? Jangan lari ke M-150 ato Krating Daeng :p Tetap taat dan setia akan segala yang Dia percayakan padamu, mau itu besar ato kecil kek, doesn't matter. Dan biarkan Tuhan jadi gembalamu, karena Dia akan membaringkanmu di padang yg hijau dan renew your strength :)

Posted on 20.26

Most Wanted: Honesty

Filed Under () By DeepBlue di 20.26

... continued from 'Between Today and Tomorrow' ...
-- switch to Bahasa Indonesia --

Most Wanted:
1. Honesty


One thing that people is looking for nowadays is honesty.

A romantic couple is often having a quarrel against each other with dishonesty as its foundation.
Based on environmental research, the advertisements placed in electronic or non-electronic media most of the time is filled with lies, just for the sake of the company owner's fatness of the wallet.


What is 'honesty' anyway?
Republika Online mentions, "honesty is the foundation for a nation to move forward".
Albert Hendra Wijaya, the master of Taoism, considers honesty as "to admit, say or give information based on the fact and truth"

As for me, explanation about honesty is as shown below,
Let your yes be yes,
and say no more,
as apart from that cannot be considered as honest.. it is sin too.

That, I just re-tell what my Father has told me.


Is honesty so important in our social life?

Necessary?
The following is the battle between my two similar friends (but not really similar) during my 2-3 years in senior high school. Similar as they are playboys, indifferent in terms as honesty.


Person A

One reason I position this person as one of my featured friends is his honesty.

It is definitely true that this guy will have a big red F mark in norm-ology. How come? Pure playboy! Sometimes I will just fed up with what he says. Well, since this article is about honesty, I will try to mention what he used to talk about (*fingers crossed*). And I ask for your humble apology for this beforehand.

For what he says:
'Amazing body'
'Her size is 30D' (cant tell you what it is, but girls should know)
'Wow, so pretty'

And remember. For his honesty, the followings are also said. Bad things. Bad.
'I wonder if someone will marry her?'
'Which part of her is pretty? So ugly'
'Too bad. Sure she's pretty, but evil'

Not to mention his behaviour. Wow-y.. Jaw-dropping when I saw a girl doing that 'thing' to him, and he retaliate with that same 'thing'. Curious? Sorry, kids. But grandpa can say no more about this. Grandpa might get sued by Unicef.

Even though A seems like a Incredibly Hulky playboy, he has a kind heart.
In addition, I have no doubt in sharing my romantic story with my girlfriend to him.
Imagine you share your romance story to a playboy. Weird, isn't it?
However, he can understand, give support, give me a push.. even give a warning, especially if I walk to far.

Til here.. what do you think?
Do you get his personality? His characters?
If in this moment, A says to you that you are smart, do you believe him?


Person B

Compare A to this playboy. One who does the spiritual activity, but hoping to get a girl as the motivation. That's about him.. playboy B.

As for what he says:
'I have to close to them (girls) because I have to (serve who he worship)'
'Am I handsome?' (asking girls)
'Well, lots of guys chase her, right?' (only a few, including himself for sure)

And for his behaviour..
- He sets a schedule to come to girl A, B, C, D, etc everyday, and weekly.
- Broke his relationship with the current lover, and got another one.
- After getting no luck with this 'another one', he broke again and in 2 months, he was seen close to another girl.


Scary.. or should I say.. gross.
Imagine.. if in this moment, this person is in front of you and say that you are smart, do you believe him?



The fact as the results:

1. Girls enjoy hangs out with A, instead of B.
No girls became the victim of A, but more best girl friends to A.
Wait, dont you think A will victimize those girls? Based on my 3-year-time in high school.. None. He is honest, and everyone knows his heart. Should we worry about him?

More and more girls became the victim of B. And until this time, B is still victimizing more and more girls. (mention the plurality and not singularity)

2. What A says is from his heart, so we believe him fully.
On the other hand, playboy B? His victims, me, and some other has a full doubt to him. Congrats!

3. The funny-yet-shocking news is.. as a playboy, A didn't even hesitate to warn and yell at B to stop doing the spiritual activity as it is simply hypocrite.


Amazing. Playboy warns the other playboy. Incredible. Until now, I still have my respect to A, as I myself didnt have enough courage to yell to B for his hypocrisy like what A did. I just cannot stress my astonishment to his honesty to words. Perhaps it is Wonderfully superb.

- - -

Ok, stop! I am not asking you guys to be an honest playboy. (You !@#$!@#$)
Hamartia man.. hamartia! (Hercules word for 'mistake' or 'missing the point')
Those are just the happy positive part which I can be proud of from A.
Of course there are drawbacks of him being a playboy.. but it is just irrelevant here.
Maybe in future articles, grandpa will tell more bedtime story about this. ;D


Another simple twist about honesty.
Watch how Simon Cowell judge in American Idol.
So harsh, but isn't it true?
'You can't sing'
'I rather do than hearing your voice'
and so on.
Yet, people of his choice are no doubt those with great voice, if not the best.


Honesty is closely related to trust.
The more you being honest, the more people will trust you.
Nonetheless.. ONCE you lie about a thing, they will have a difficult time to trust you again.
Thus, be honest always.
Dont bear false witness to your neighbor.



The big Q:
It's true that one cannot change everything in just one day.
All things need a process.. a process which is started by a mere decision between Yes and No.
Do you want to be honest?

- - -
Recommended Movie
- - -

Have you ever watched Liar Liar?
Fletcher Reede (played by Jim Carrey) is a lawyer and a father of a son, Max, thou he has divorced his wife.
More and more lies, he 'offers' to people around him. Clients, ex-wife, and even his son.
Tired of his father's record of lies, Max in his birthday asks for one wish. That his father cannot like in mere one day.. and this wish is granted by the Creator.

- - -

Before this article turns to be movie-review, allow me to explain my point. You should watch Max happiness when he knows that his wish becoming true. For just one day, he finally experiences having a non-liar-father.

From the child's point of view,
Are you, as your parent's child, happy to have parents who are always honest to you, especially when it comes to promise to take you somewhere, promise to play with you, promise to buy you toys or dolls?

From the parent's point of view,
Are /will you, as a parent (or parent-wannabe), cheat your children by being dishonest, destroying their trust to you as their protector, or even as their hero?

Now, man should be glad that the Father who creates this tiny world is always honest. Never speak nonsense.

One thing remains.. do you believe that He never lies?
Your life, your choice.

Next episode-blog (epi-blog): Most Wanted: Truth
Do you feel that you have no one to lend you a shoulder to cry on?
Do you feel that you are unworthy?
Do you feel that no one wants you?
Do you feel lonely?


Alone Unfair No one
Friendless
Why? I just can't
Sorry Noo
Me, myself and I So tired
Why me?


.. Uncovering the dirty trick of the evil side to pull you down ..




Deepblue Ryonn
Your life, your choice
http://www.cross-written.com

Posted on 20.17

Most Wanted: Kejujuran

Filed Under () By DeepBlue di 20.17

... sambungan dari 'Between Today and Tomorrow' ...
-- switch to English --

Most Wanted:
1. Kejujuran

Salah satu hal yang orang-orang sering cari di hari-hari akhir ini adalah kejujuran.

Sepasang insan yang bernuansa roman (alias 'pacar', -red.) tidak jarang bertengkar karena masalah kejujuran.
Berdasarkan penelitian dan riset, iklan-iklan yang dipajang di media informasi elektronik maupun non-elektronik seringkali dipenuhi kebohongan semata demi menambah gemuknya kantong si pemilik perusahaan.

Sebenarnya apa sih kejujuran itu?
Republika Online memaparkan, "kejujuran adalah modal bangsa untuk maju".
Albert Hendra Wijaya, guru aliran Tao, menyebutkan kejujuran sebagai "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran"

sementara bagi saya, penjelasan mengenai kejujuran tidak lain adalah,
Berkata ya jika ya,
berkata tidak jika tidak,
selain itu tidak bisa lagi disebut jujur.. dosa pula.

Ini aku cuma mengutip dari Ayahku.


Sebegitu pentingkah kejujuran di dalam hidup bersosialisasi?

Penting ga?
Berikut adalah hasil pertandingan selama 2-3 tahun di masa-masa SMUku, antara dua orang yang serupa tapi tak sama. Serupa playboy, tak sama dalam hal kejujuran.


Personal A

Salah satu alasan kenapa aku memposisikan A sebagai salah satu dari 6 temanku yang paling membuatku salut adalah, karena kejujurannya.

Memang bila dilihat dari sisi norma, teman sekelas SMU satu ini tergolong 'WOW' (dengan nada sinisme). Apa pasal? Playboy tulen! Tidak jarang dia berbicara mengenai hal-hal yang tidak pantas disebutkan. Karena artikel ini mengenai kejujuran, maka saya sendiri akan jujur mengatakan apa yang biasa dia katakan. Dan sebelumnya saya permisi bila tidak berkenan dan terasa tidak sopan di hati Anda.

Sebut saja untuk perkataan:
'Bodinya bagus'
'Ukurannya 30D' (maaf, dunia cewe only)
'Wah ayu tenan' (cantik banget)

Dan ingat. Karena dia jujur, nggak terluput pula perkataan yang menusuk kayak gini
'Kayak gitu apa laku ya?'
'Ayu ndek endi? Elek ngono' (cantik di mananya? Jelek gitu..)
'Sayang. Ayu ayu tapi atine jahat' (cantik-cantik tapi hatinya jahat)

Belum lagi perbuatannya.. Wuezzz.. sampe cengo lihat ada cewe 'begitu' ke dia, dan dia membalas 'begitu' ke cewe itu. Penasaran? Maaf, anak-anak. Tapi kakek tidak bisa menceritakan mengenai perbuatan si A. Nanti kakek bisa dituntut departemen perlindungan anak dunia.. Unicef.

Walaupun A terkesan playboy kasaran, tapi hatinya lembut.
Sebagai tambahan, aku tidak segan-segan share mengenai kisah romanku ke A.
Bayangkan Anda curhat ke seorang playboy. Aneh kan?
Akan tetapi, dia bisa mengerti, memberi dukungan, memberi support.. bahkan memberi teguran khususnya jika aku terlalu jauh melangkah.

Sampe sini.. what do you think?
Apakah Anda sudah bisa menangkap pribadinya? Karakternya? Tergambar jelas, kan?
Kalo saat ini A ada di depan Anda dan ngomong, 'kamu pintar'.. gimana menurutmu?

Personal B

Bandingkan dengan teman kelas yang lain yang melakukan pekerjaan rohani tapi dengan motivasi untuk mencari cewe. Dengan kata lain, playboy sembunyi-sembunyi. Playboy B

Sebut saja untuk perkataan:
'Aku deket mereka (cewe2) karena tuntutan pelayanan'
'Aku cakep ga?'
'Walopun gitu, tapi banyak yang ngejar dia kan' (termasuk dia sendiri tentunya)

Dan perbuatannya..
- Ada jadwal untuk mampir ke cewe A, B, C, D, dkk setiap hari dan setiap minggunya.
- Putus pacar sekarang, untuk menggaet cewe lain.
- Dengan cewe yang digaet ini putus, 2 bulan kemudian sudah intim dengan cewe lain.


Mengerikan.
Kalo saat ini, si playboy kampungan ini ada di depanmu dan berkata 'kamu pintar'.. gimana menurutmu?



Faktanya sebagai hasil perbandingan:

1. Cewe-cewe lebih suka bergaul dengan A, daripada si playboy B.
Sampe sekarang cewe2 tidak ada yang jadi korban A, tapi jadi temen deket A.
Apakah si A ngarep? Tidak. Aku tau bahwa A adalah orang yang setia ke satu cewe only.. dan cewe2 itu juga tahu. Jadi.. perlukah cemas?
Beberapa cewe sudah menjadi korban playboy B.. dan sampai saat ini, playboy B masih seorang playboy kampungan yang mencari mangsa cewe.

2. Apa yang A katakan langsung berasal dari dalam hati, sehingga A bisa dipercaya. Sangat bisa. Sementara playboy satunya.. sangat meragukan.

3. Sebagai playboy, A bahkan tidak segan-segan menegur si playboy sembunyi-sembunyi untuk tidak memperlakukan Tuhan yang dilayani si playboy kampungan ini.



Menakjubkan. Playboy negur playboy. Luar biasa. Ini bukan dengan nada sindiran, tapi sampai sekarangpun aku masih salut dengan A, sementara aku sendiri tidak berani menegur playboy kampungan itu sekeras A. Aku tidak bisa menegaskan kekagumanku dalam perkataan akan kejujurannya selain sangat-sangat luar biasa.

- - -

Ok, sampe sini, bukan berarti saya mengajak Anda untuk menjadi playboy jujur.
Hamartia man.. hamartia! (bahasanya Hercules yang artinya 'luput', 'tidak mendapat inti')
Yang aku ceritakan di atas itu hanya hal-hal yang bisa kubanggakan dari A.
Tentu saja ada dukanyabagi dia menjadi seorang playboy.. tapi sangat tidak relevan untuk menceritakannya di sini.
Mungkin di artikel-artikel berikut ya, kakek akan mendongeng lebih lanjut.


Lebih lagi mengenai kejujuran.
Perhatikan bagaimana Simon Cowell memberikan respon-respon yang pedas di American Idol.
'Kamu ga bisa menyanyi'
'Aku lebih baik melakukan -censored- daripada mendengar nyanyianmu'
dan respon yang lain.
Tapi, orang-orang yang mendapat pujian dari Simon Cowell adalah orang-orang yang memang bersuara emas.


Kejujuran sangat bersangkutan dengan kepercayaan.

Semakin Anda jujur, semakin Anda dipercaya.
Sebaliknya.. SEKALI saja Anda bohong, mereka akan sulit mempercayai Anda.
Jadi, bersikaplah jujur senantiasa.
Jangan bersaksi dusta.


Pertanyaannya:
Memang tidak bisa dalam sehari langsung jadi, semuanya butuh proses.. proses yang dimulai dari sebuah keputusan antara Ya dan Tidak.
Maukah Anda menjadi orang yang jujur?

- - -
Film yang berhubungan
- - -

Pernahkah Anda menonton film Liar Liar?
Fletcher Reede (diperankan Jim Carrey) adalah seorang pengacara dan seorang ayah dari Max, putranya, walaupun dia sudah bercerai dengan istrinya.
Kebohongan demi kebohongan dia lontarkan baik kepada clientnya maupun kepada mantan istri serta putranya.
Capek dengan kebohongan sang ayah, Max di hari ulang tahunnya mengajukan permohonan agar ayahnya dalam sehari saja tidak bisa berbohong.. dan permohonan ini dikabulkanNya.

- - -

Sebelum artikel ini berubah menjadi movie-review, saya akan menjelaskan intisari paragraf di atas. Yaitu sebaiknya Anda mesti melihat betapa bahagianya Max, atas ketidakmampuan ayahnya untuk berbohong dalam hari itu karena dia pernah mengucapkan janji untuk menemani Max.

Dari sisi anak, apakah Anda sebagai seorang anak, senangkah Anda apabila Anda mempunyai ayah yang selalu jujur dan menepati janji untuk bermain denganmu, mengajak jalan-jalan, membelikan mainan atau boneka?

Dari sisi orang tua, apakah Anda sebagai seorang orang tua, tega mengkhianati kepercayaan anakmu yang tulus kepadamu sebagai seorang pelindung yang bisa dipercaya, atau bahkan sebagai seorang pahlawan?

Jadi sekarang, berbahagialah Anda-Anda ini di muka bumi, karena Allah Bapa yang menciptakan alam semesta ini selalu jujur. Dia ga pernah omong kosong. Apa yang dia omongkan, selalu ditepati.

Tinggal satu hal.. apakah Anda percaya dengan kejujuranNya?
Hidupmu, pilihanmu.


Next episode-blog (epi-blog): Most Wanted: Truth
Do you feel that you have no one to lend you a shoulder to cry on?
Do you feel that you are unworthy?
Do you feel that no one wants you?
Do you feel lonely?


Alone Unfair No one
Friendless
Why? I just can't
Sorry Noo
Me, myself and I So tired
Why me?


.. Uncovering the dirty trick of the evil side to pull you down ..




Deepblue Ryonn
Your life, your choice
http://www.cross-written.com

Posted on 00.10

A waste of life

Filed Under () By DeepBlue di 00.10

Sekian untuk intro-nya.

Kala itu, aku sedang jalan-jalan di Hurstville sendirian.

Pernah nggak jalan-jalan di tengah malam sendirian?
Untuk beberapa kota, sangat ga lazim banget untuk jalan-jalan sendirian di bawah tengah rembulan, apalagi untuk kota-kota di Indo.
Tapi tidak untuk kota-kota di negara berkembang.
Jalan-jalan sendirian jam 1 pagi.. 2 pagi.. 4 pagi.. di Sydney sini nggak ada orang yang peduli.
Dengan asumsi bukan jalan-jalan dengan pake perhiasan yang menor2 lho ya.
Anyway, sebelum ngelantur lebih jauh lagi, kembali ke topik.

---

Kala itu, aku sedang jalan-jalan di Hurstville sendirian.
Di malam hari pula, di mana lampu merkuri jalan berpancar merah remang-remang.

Sementara Hurstville merupakan pusat kota bagian Sydney selatan yang cukup ramai.
Walau berada di negara Australia, tapi area ini dipenuhi orang2 Asia. Bahkan cukup langka untuk menemukan bule di Hurstville.
Tukul pun berkata, "kembali ke lap.."

---

Kala itu, aku sedang jalan-jalan di Hurstville sendirian.
Di malam hari pula, di mana lampu merkuri jalan berpancar merah remang-remang.
Tepatnya mendekati jam 9 malam saat aku keluar dari stasiun Hurstville.

Beda dengan kereta api di Indonesia, di Sydney kereta api termasuk salah satu angkutan umum yang benar-benar umum. Bersih, terjaga, aman. Bahkan ada denda bagi yang mengotori gerbong KA.

... jadi ngalor ngidul ga karuan

---

Kala itu, aku sedang jalan-jalan di Hurstville sendirian.
Di malam hari pula, di mana lampu merkuri jalan berpancar merah remang-remang.
Tepatnya mendekati jam 9 malam saat aku keluar dari stasiun Hurstville.
Jalan2 di trotoar.. melewati lorong. Kaget banget lihat ada sekumpulan 5 pemuda pake sweater berkrudung lagi berdiri melingkar.
Transaksi!

Dan yang buat aku tambah bingung.. kok bisa-bisanya mereka transaksi sementara kantor polisi berjarak 100 meter kurang dari tempat mereka.

Btw, aku nyelong aja si. Walo sempat ngelirik duit dollar di tangan mereka.
Dan setelah kutanya, ternyata temen2 di Hurstville juga sering lihat begituan.


What a waste of life.
Sampe kapan mo begitu terus?
Sampe kapan seseorang mo mencari kesenangan semu terus?

Lucunya lagi, ga sadar ada banyak orang yang cari kesenangan semu tok.
Sbenernya ga gitu beda dengan orang2 yang kerja terus menerus untuk cari duit sementara duit menumpuk, dan tidak dinikmati.
Kesenangan semu.. cari duit.. dapet duit.. ditumpuk.. cari lagi.. dapet.. ditumpuk.
Kapan dinikmatinya?
Justru yang menikmati malah keturunan di bawahnya.. ato worse.. pembantu di rumah yang menikmati fasilitas akomodasi TV Plasma 50 inch.

Ato apakah mereka memang sengaja melakukannya daripada mikirin 'kenapa aku dilahirkan di sini, saat ini, sebagai aku?'

Who knows?
Tapi yang jelas, ada banyak sekali orang2 yang tidak sadar dengan apa yang dilakukannya dalam hal mencari kesenangan semu.

Apakah kamu termasuk di antaranya?
Jika ya, pertanyaannya cuma satu.

Sampe kapan mo begitu terus?

Posted on 18.34

paskah kemaren

Filed Under () By olivia di 18.34

Dua minggu lalu, ketika saya menggunting-gunting karton buat prakarya sekolah minggu, guru kepala di kelas saya mendatangi meja tempat saya menggunting dan bertanya, "Ini buat Jumat atau Minggu ya?"

Dan setelah guru tersebut lewat, saya bertanya ke teman saya, "Emangnya kita ada apa minggu ini, koq Jumat ada kebaktian segala?"

Dan itu adalah pertanyaan yang setengah saya sesali, karena pertanyaan tersebut agak-agak menjatuhkan martabat saya.

"Lho Minggu besok kan paskah, nanti Jumat kan Jumat Agung!"

Doeng. Saya lupa! Asli lupa. Lupa kalo ada Paskah. Lupa kalo sebelom paskah ada Jumat Agung. Lupa kalo gereja merayakan dua hari itu.

Cuman satu hari raya kristen yang paling saya ingat, yaitu.. natal. Siapa yang ngga? Siapapun tau natal. Ada pohon natal, coklat, salju, sinterklas, dll yang fancy-fancy. Semua orang suka natal. [Saya percaya bahwa seseorang mengalami 'kelainan' ketika dia tidak menyukai natal :P Natal gitu lho!] Walaupun kalo mau dipikir lebih jauh, hari raya terbesar buat orang kristen bukanlah natal, tapi paskah, karena paskah adalah lambang kemenangan dimana Yesus bangkit mengalahkan maut. Dulu saya diajarin kayak gitu. Walaupun setelah besar saya ngga terlalu setuju juga sih, karena bagaimana pun paskah tidak bakal ada kalau tidak ada natal. Masalahnya bagaimana Yesus bisa bangkit kalau dia tidak pernah dilahirin?

Bicara tentang paskah, sebenernya tidak banyak hal yang mau saya omongin secara pribadi. Abisnya buat orang kayak saya yang tidak terlalu menghargai event, saya tidak menganggap hari-hari raya sebagai sesuatu yang istimewa. Kalau pun saya menyukai natal, itu dikarenakan attribut-attribut natal yang saya sebut tadi. Kalau mengenai Yesus lahir di kandang domba, saya punya jawaban, "Sori ya, gua ngga perlu natal buat menghargai Yesus lahir ke dunia." Dan paskah buat saya sama saja, tidak terlalu spesial. Apalagi menurut saya, kelinci dan telur paskah ngga se-fancy salju, pohon natal, coklat, dan film-film natal :P

Bahkan di jaman dahulu kala, saya selalu menghindari kebaktian-kebaktian natal dan paskah. Masalahnya di waktu-waktu tersebut, orang-orang kristen 'kapal selam' bermunculan, memenuhi bangku-bangku gereja sampe penuh sesak. Gereja yang biasanya 'adem ayem' tiba-tiba jadi mirip kalengan ikan. Saya pun bete.

Sekarang sih saya agak berubah. Saya merasa, sebagai orang kristen yang sudah cukup malang-melintang di gereja, dan menjadi bagian dari komunitas suatu gereja, sudah sepantasnya saya datang. Dan saya berpikir jawaban 'males ah ke gereja abisnya rame banget' udah bukan jawaban yang pantes saya kasih ke orang-orang awam.

Dan lalu, hari minggu kemaren, saya mengikuti kebaktian paskah. Dan sebenernya saya tidak berharap banyak, mengingat kayaknya pesen kotbah pas paskah.. yah itu-itu juga.. Yesus bangkit mengalahkan maut, what else? Tapi ternyata, entah saya yang kebanyakan bolos pas kebaktian paskah, atau saya yang norak, saya bener-bener menyukai kotbah yang dibawakan oleh pastor saya.

Biarpun saya telat sedikit.
Dan biarpun beberapa bagian kotbah yang saya skip.

Ada dua hal yang mengena untuk saya dari kotbah paskah kemaren. Satu adalah mengenai kematian, dan kedua adalah mengenai harapan.

Tentang kematian...

Bagi saya yang baru saja ditinggalkan ayah selamanya, kematian tiba-tiba menjadi suatu issue yang tiba-tiba menggangu pikiran saya. Bukannya saya tidak pernah memikirkan kematian, seringkali bahkan, tapi jujur hati saya selalu menghindari topik tersebut. Karena kematian terasa.. kelam, menakutkan, dan.. jauh. "Tokh, saya belum akan mati", itu pikir saya. Walaupun secara logika saya menyadari semua manusia akan mati, tokh membayangkan saya mati adalah hal yang sulit. Dalam hati, saya percaya jalan hidup saya masih panjang. Saya tidak akan mati, yang pasti tidak sekarang, tidak dalam waktu dekat.

Saya berpikir begitu, hingga pagi 17 Maret 2007 itu datang. Dimana datang berita bahwa ayah saya sudah meninggal. Mendengar berita itu, saya histeris dan berteriak tidak percaya. Ibu saya menangis menjadi-jadi. Pagi itu serasa gila.

Dan hari-hari selanjutnya berjalan gamang...

Momen tersebut menghadapkan saya pada kenyataan, kematian tidak sejauh yang saya kira. Kematian memang kadang bertamu tiba-tiba.

Saya takut. Saya takut membayangkan bagaimana ayah saya berjalan melewati alam akhirat. Seperti apa alam baka? Apakah dia diadili? Bagaimana pengadilan untuk orang bukan percaya? Apakah dia akan baik-baik saja?

Selama ini kematian merupakan alam yang kelam buat saya, walaupun selama ini saya diajarkan bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan karena Yesus membayar harga, tetap saja kematian adalah sebuah misteri yang tidak dapat digali. [Jujur saja, saya tidak percaya dengan buku-buku tentang surga dan neraka yang kadang-kadang dijual di toko buku. Tidak ada sinkronisasi, tidak tahu mana yang bisa dipercaya.] Hal yang tidak kita ketahui selalu membuat kita merasa takut. Begitulah kematian bagi saya.

Dan paskah menunjukkan bahwa Yesus berjalan melalui kematian. Dan Dia menunjukkan Dia menang. Selama ini hal tersebut tidak terlalu berarti buat saya. 'Tidak berarti' dalam arti saya tidak mampu menghayati. Entah ya, kadang-kadang banyak hal di dunia yang harus kita alami sendiri baru kita mengerti, hal tersebut tidak mampu dipelajari hanya dengan logika bahkan kebijaksanaan. Namun setelah kematian ayah saya, saya... saya ngerti kenapa Yesus mau repot-repot mati... karena dia harus memberi bukti agar orang-orang mengerti, bahwa kematian tidak perlu ditakuti walau memang harus dihadapi.

Walaupun kebangkitan Yesus sudah lebih dari 2000 tahun lalu.
Walaupun Yesus bangkit atau tidak sebenarnya kita juga tidak tahu.

So, berbahagialah mereka yang percaya, walaupun tidak melihat.

[Ketika saya menulis ini, saya masih tidak mampu berkata saya tidak takut mati. Karena kematian tidak pernah saya alami sendiri, sehingga ia tetaplah misteri. Dan saya masih ingin hidup, saya masih punya mimpi. Hanya saja, karena peristiwa kematian ayah saya, saya mampu lebih menghayati arti kebangkitan Yesus dari alam kematian.]

Dan satu lagi, ini adalah tentang harapan..

Pastor saya bilang, kurang lebih (tambal sulam pake kata-kata sendiri), saya akan buat ini simpel : "There is no darker day in human race history than the day when Jesus died. It was bad Friday - now we call it Good Friday. That time, hope was wiped away. Cuz everything seemed dark. Jesus died, meaning he defeated. But one thing, he was risen on Sunday. No matter how dark Friday seems, Sunday is coming. No matter what difficult and bad circumtances you are facing right now, God loves you and He will help you through."

Saya merasa, banyak hal dalam hidup ini yang membuat saya discouraged. Saya membutuhkan penghiburan, kekuatan, dan harapan. Kebangkitan Yesus, melambangkan pengharapan.

No matter how dark Friday seems, Sunday is coming.

Posted on 13.41

Meaning of passover

Filed Under () By Friend of God di 13.41

Tiap taon kita ngerayain paskah, yang merupakan peringatan akan kebangkitan Yesus setelah disalibkan. Gw inget pas masih SD, kita selalu bikin telur terus dihias, then diliat siapa yang paling bagus. Kalo sekarang, tiap hari minggu gereja biasanya ngadain holly communion in remembrance of Jesus's crucifixion. But one thing that we need to ask ourselves, do we really understand the meaning of passover? Do we really grasp it? Or is it just another routine that we should remember every year? Through this simple article, I just want to share a little bit with all of you about the meaning of passover.

Jesus was crucified about 2000 years ago to redeem all of us so that we would have eternal life inHim, then He rose on the 3rd day, which now we remember it as passover. But the problem is do we really have Him arise in our heart? Do we really let Him be the real God of resurection in our lives? Because His crucifixion would mean nothing unless we totally let Him be our God and savior in our heart.

Posted on 15.03

Between Today and Tomorrow

Filed Under () By DeepBlue di 15.03

Whenever I think about my future bu$ine$$ company, I always think about the greatness of God. I dream about the money that I can use to bless others. I just cannot wait to see the smiling faces of those who get blessed by us. It is not a matter of arrogance, this is just our passion. It is just the same as feeling proud to make your own kids happy, or making your wife's dream comes true (or your husband's.. :))

Come to think about it, I also have a lot of thought at how my future business success will affect me in worshipping God. I dont think I can handle this explosive-happy feeling inside to bless others. Nope. I cannot handle it definitely. Perhaps I will shout to the canyon (somewhere on Earth), "YESSSSSS!" or I might laugh a lot and then *faints*. To put it simply, I just dont know how to thank you God at that time. Yes, that's what I am thinking in these days.

However, just today God spoke to me in my heart. Just one simple question.
"About My vision that I gave you, Why dont you thank Me now?"

Such a simple question indeed, but it strucks to the very bottom of my heart. *BANG!*

Yes,
Why should I wait until after I become a great person financially?
Why should I wait until I see those smiles?
Why not now?

Be thankful for His vision.
Be thankful for His promise.

------------------------------------------------------------------------------

For you who experience the same situation where you have got the vision, yet just cant wait to experience it.. remember the promises of God.

1. God never lies

Now that we all know that our God nowadays is the God of Adam, and also the God of Abraham, the God of Isaac, the God of Jacob, the God of David, we know that God never changes. (Exodus 3:6)
Since God never changes, He had to be true to His Words.
He never lies.

2. God always keeps His promise

For sure that most of the time, we have to wait for His promise to be true.
Yet, delayed doesnt mean denied.
God always looks on His own.

3. God always wants us to be success in life

This might be the part that raises the pro and contra.
As Deuteronomy 28:13 says, "The Lord will make you the head, not the tail ..."

------------------------------------------------------------------------------

Now the remaining thing that I have to do is to have faith in all my doings and praise Him for making me successful.. financially and mentally.

Posted on 22.38

Maukah Kau Jadi Aku?

Filed Under () By Jed Revolutia di 22.38



Kupandang Kau terpaku di salib
Kupandang Kau penuh sesak derita
Kupandang Kau menggeliat kesakitan
Kupandang Kau sedang sekarat

Air mata tak dapat kuhenti
Aku takut hadapi realita
Takut hadapi kotornya diriku
Takut hadapi akibat ulahku

Aku benci diriku
Aku telah bodoh, ceroboh, lalai
Aku tak pantas untuk dilahirkan
Tapi Kau bri makna hidupku

Stiap ketok palu dipasak di tanganMu
Stiap erang sakit yang kau t’riakan
Tanpa alasan Kau buat itu bagiku
Jahanam yang harus terhukum

Histeriamu buatku tak tahan lagi
Aku lari gapai kayu salibMu
Tangisanku redam teriakanMu
Air mataku bercampur darahMu

Mengapa Tuhan?
Mengapa Kau buat ini bagiKu?
Beri aku alasan…
Atau kujadi gila karenanya.

Aku
Kasihi
Kau
Slamanya

Tidaaaaaaak!
Jangan teruskan!
Tak dapat kutahan lagi
Sulit ku tuk bernafas

Kukatakan dalam senduku,
“Yesus, apa yang harus kubuat?
Ku mau balas jasaMu.
Ku mau bertrima kasih padaMu.”

Kedengar Dia berkata lembut,
“Maukah kau jadi AKU bagi orang lain?
Supaya orang lain juga tahu,
Kalau Kubuat ini juga buat mereka.”

Posted on 14.13

DI BUKIT GOLGOTA

Filed Under () By intimate di 14.13

Lukas 23: 44-46.

Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:
“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Ku serahkan nyawa-Ku.”
Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawanya.

Hari ini, ribuan tahun sesudah Dia mati, aku berada di atas bukit yang sama… di mana Allah-ku pernah ada.

Dan…
Di hadapan-ku masih ada salib yang sama.

Salib di mana Yesus pernah tergantung…
Juga Petrus…
Juga Yohanes…
Juga Paulus…
Juga banyak orang yang tidak ku kenal, dari generasi-generasi sebelum aku ada.

Dan hari ini aku mendengar Tuhan berkata,
“Gladies, sekarang giliran-mu…”

Aku menangis.

Aku berjalan perlahan mendekati salib itu…
Dan bau kematian tercium begitu kuat…
Airmata-ku tak bisa berhenti.

Di saat-saat seperti ini aku baru mengetahui betapa aku sangat mengasihi diri-ku…
Dan bau kematian ini benar-benar menggelisahkanku.

Aku memandang ke arah Tuhan dan bertanya, “Haruskah gladies melakukannya?”

Aku masih menangis.

Dan aku menangis lebih keras lagi saat paku-paku itu melukai kesombonganku…
Aku masih menangis saat paku-paku itu menembus dagingku, menembus harga diriku, menembus reputasiku, menembus keinginan-keinginanku, menembus segalanya dalam hidupku…

Aku berteriak,
“Tuhan… Mengapa Kau meninggalkan aku? Tidakkah Kau mengetahui betapa sakitnya berada di sini?”
“Tidakkah Kau melihat luka-luka ini dan tidakkah Kau merasa kasihan?”

Jam 2 lewat 45 menit.

Aku hampir berseru…
Tuhan, aku ingin turun dari salib ini…
Aku tidak ingin mati…
Kau tau aku mencintai-Mu…
Namun aku sama sekali tidak ingin mati!



Ku lihat Tuhan memandangku lalu ku dengar Dia berkata,
“Lima belas menit lagi, gladies… lima belas menit lagi… dan sesudah kau mati,… tak akan ada satupun di dunia ini yang bisa mempengaruhi-mu, SELAIN AKU.”

Posted on 19.59

WHEN THE TRIALS COME

Filed Under () By Fida Abbott di 19.59



When the trials come in my life
I should ask, "Why?"
But I don't
Cause I know He permits them

When the trials come in my life
I should say, "I am tired"
But I don't
Cause I know He examines me

When the trials come in my life
I should scream, "No!!!"
But I don't
Cause I know He values every step I have made

When the trials come in my life
I should run away
But I don't
Cause they never go away

When the trials come in my life
I should not care
But I don't
Cause they are the part of my life

When the trials come in my life
I just say, "Please, help me!!"
"Please, give me the strength to face it"
"Please, give me Your hand to lift me up"
"I can not stand without You"
"Please, don't go!!!"
"Be with me!"

When finally I see the sun rises
I know what He means
I know what He has planned
He wants me becomes better and better
As a candle, a light giver
Then I hear He says, "Well done, My child"
"Peace be with you"


***


Coatesville, April 3rd 2007

Posted on 09.04

Be free!

Filed Under () By dung2x di 09.04

Kenapa sih kita butuh brothers and sisters in Christ? Bukankah sebenernya yang penting itu hubungan dengan Tuhan? Bisa nggak sih kita survive cuma dengan hubungan dgn Tuhan tanpa hubungan dgn sesama believers?

Well let me share you the lesson I learned... Udah lama aku menyimpan satu beban dalam hati. Aku pikir aku cukup serahkan beban itu ke Tuhan aja, and it should be enough. Tapi ternyata selama ini, meski kupikir aku udah lepasin beban itu, ternyata deep down in my heart, it is still there. And from time to time, iblis pake beban itu untuk accuse and condemn me. Berkali2 aku minta pengampunan ama Tuhan... Meski tau bahwa darah Yesus udah menghapuskan segala dosa, tapi somehow that burden still lingers in my heart and I was never really set free.

Tapi Tuhan itu baik and His love endureth forever. He gave me a chance to finally share my problem with a sister in Christ. Meski aku ragu2 pertamanya, tp aku ngerasa sudah saatnya aku beresin beban ini. I told her all my burdens, and we prayed together about it, releasing forgiveness and blessings. After the prayer, you can't imagine how much difference it made me feel. Meski cuma share dengan satu orang, tapi aku baru bener2 ngerasa beban itu terlepas. Aku ngerasa aku udah declare ke iblis, "Nih, aku ga takut! Ga ada yg kusembunyikan! Aku dah lepasin bebanku! Dan kau, iblis ga ada hak lagi untuk condemn me!!!" Truly now I walk in so much freedom and liberation!

Dari sini aku belajar kalo sharing dengan sodara seiman itu bisa bantu kita untuk let go of things. So kalo kalian ada pergumulan yg sepertinya susah sekali untuk keluar, dan kayanya kalian ngerasa ga berdaya, berjuang melawan something yg sepertinya ga selesai2, I suggest you to find a trustworthy brother/sister in Christ and share your problems. Seperti yg ditulis di Yakobus 5:16 "Therefore confess your sins to each other and pray for each other so that you may be healed. The prayer of a righteous man is powerful and effective." I find it true! By confessing everything, I was healed and I was set free! "Then you will know the truth, and the truth will set you free." (John 8:32)

Dan bukan kebetulan Paskah udah dekat ni... As Jesus raised from the dead, defeated satan, and set us free from the punishment, make the choice to be set free! Jesus has come that we may have life, and have it abundantly! (John 10:10). There is no more condemnation in Christ Jesus (Rom 8:1) Jadi jangan takut2 untuk share your problems ya! Jangan mau diikat oleh iblis dan dicondemn terus2an. BE FREE TODAY! ^^

PS: Read Ephesian 1 for reference :)